
(gambar dibuat oleh Tegar Erlangga)
Kegelisahan
Kegelisahan atau Kecemasan merupakan emosi yang dimiliki manusia emosi ini ditandai dengan munculnya perasaan takut, tidak menyenangkan, tidak tenang, tidak nyaman dan khawatir. Saat ini banyak orang sering kegelisah dan ini bukan selalu hal yang buruk, kegelisahan biasanya adalah sistem bertahan hidup kita dan itu memberi tahu kita bahwa kita butuh melindungi diri kita dari bahaya, ini juga bisa memberikan kita motivasi untuk tampil lebih baik disegala hal.
Menurut Chaplin kecemasan adalah perasaan campuran berisikan ketakutan dan keprihatinan mengenai
masa-masa mendatang tanpa sebab khusus untuk ketakutan tersebut (Chaplin,2000:33).
Assosiasi Psikiatri Amerika (American Psychiatric Association) mendefinisikan kecemasan sebagai berikut: Anxiety is apprehension, tension, or uneasiness which stems from the ancipation of danger, the source of which largely unknown or unrecognised (Edelmann, 1992) kecemasan adalah ketakutan/keprihatinan, tegang, rasa gelisah yang berasal dari antisipasi bahaya yang sebagian besar sumbernya tidak diketahui.
Manusia dan Kegelisahan
Dapat dilihat dari kesimpulan diatas bahwanya manusia memang hidup berdampingan dengan emosi kegelisahan yang muncul sebagian besar tanpa diketahui penyebabnya dan sebagai sistem pertahanan dari manusia tersebut.
Menurut Sigmund Freud ahli
psikoanalisa, bahwanya kecemasan yang menimpa manusia dibagi menjadi 3 yaitu:
a. Kecemasan Obyektif
Suatu pengalaman perasaan sebagai
akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Pengalaman ini timbul
dari sifat bawaan, artinya bahwa seorang manusia mewarisin kecenderungan takut
bila ia berada dekat benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dari
lingkungannya.
b. Kecemasan Neorotis (Syaraf)
Kecemasan ini timbul karena
pengamatan tentang bahaya dari naluri, kecemasan ini dibagi menjadi 3 macam
yaitu:
1. Kecemasan yang timbul karena
penyesuaian diri dengan lingkungan.
2. Phobia atau bentuk ketakutan
yang tegang atau irrasional.
3. Rasa takut lain ialah rasa
gugup, gagap dan sebagainya.
c. Kecemasan moril
Disebabkan oleh kepribadian dan
emosi setiap individu yang bermacam -macam antara lain seperti iri, benci,
dendam, dengki, marah, gelisah, cinta dan rasa kurang. Sifat-sifat tersebutlah
yang membuat manusia merasa gelisah.
Psychodynamic Theories
Teori Psychodynamic kegelisahan dimulai oleh Freud, diskusi besar pertamanya diterbitkan pada 1894 dan terakhir pada 1926. Menurut Freud bahwa kegelisahan tercipta dari Pikiran bahwa sadar, Pemikiran dan Fantasi.
Sindrom umum menurut American Psychiatric Association's Diagnosti and Statistical Manual of Mental Disorders (American Psychiatric Association's, DSM-III-R, 1987) :
1. Fear (Ketakutan)
"Fear or acute anxiety occurs in response to a definable real or imagined stimulus. These can sometimes be diagnosed as simple phobias"
(Ketakutan atau kecemasan akut terjadi sebagai respons terhadap stimulus nyata atau yang dibayangkan. Ini kadang-kadang dapat didiagnosis sebagai fobia sederhana).
2. Generalized anxiety (Kecemasan umum/Kronis)
"Characterized by increased levels of arousal present most of the time. Such patients experience constant jitteriness, worry, and other symptoms, which may sometimes be diagnosed as generalized anxiety disorder"
(Ditandai dengan peningkatan tingkat gairah hadir sebagian besar waktu. Pasien tersebut mengalami kegelisahan, kekhawatiran, dan gejala lain yang konstan, yang terkadang didiagnosis sebagai gangguan kecemasan umum).
3. Episodic
"Intense anxiety attacks characterized by rapid onset and multiple symptoms (panic attacks). Such attacks can be spontaneous having no identifiable cause or situational, that is, occurring in awwpredictable situations. Such patients may sometimes be diagnosed as having panic disorder (uncomplicated) or panic disorder with agoraphobia"
(Serangan kecemasan yang intens ditandai dengan onset yang cepat dan sedikit gejala (serangan panik). Serangan semacam itu bisa spontan tidak memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi atau situasional, yaitu terjadi dalam situasi yang tidak terduga. Pasien tersebut kadang-kadang dapat didiagnosis memiliki gangguan panik (tanpa komplikasi) atau gangguan panik dengan agorafobia).
4. Anti cipatory anxiety
"Related to internal or external actual or imagined threatening events. Most of us experience small levels of anticipatory"
(Terkait dengan peristiwa internal atau eksternal yang mengancam aktual atau yang dibayangkan. Sebagian besar dari kita mengalami tingkat antisipasi yang kecil).
5. Mild episodic anxiety (Kecemasan episodik ringan)
"Mild episodic anxiety occurs for reasons that are difficult for the patient to identify. Such anxiety is a common phenomenon in therapy. We include so-called death or existential anxiety in this category"
(Kecemasan episodik ringan terjadi karena alasan yang sulit diidentifikasi oleh pasien. Kecemasan seperti itu adalah fenomena umum dalam terapi. Kami memasukkan apa yang disebut kematian atau kecemasan eksistensial dalam kategori ini).
6. Mild anxiety and mild depression
"Sometimes called distress. This is probably the most common anxiety disorder. Patients with mild anxiety and depression and concomitant medical problems are the most frequent users of sedative medications"
(Kadang disebut penderitaan. Ini mungkin gangguan kecemasan yang paling umum. Pasien dengan kecemasan dan depresi ringan serta masalah medis yang menyertainya adalah pengguna obat penenang yang paling sering).
7. Anxiety related to specific social, family, or work situations
"In such patients the anxiety is usually bearable and is seen as secondary to the primary problem. Such patients sometimes meet the criteria for social phobia"
(Pada pasien seperti itu, kecemasan biasanya tertahankan dan dipandang sebagai masalah sekunder dari masalah utama. Pasien seperti itu terkadang memenuhi kriteria fobia sosial).
8. Anxiety following traumatic events
"Such patients may meet the
DSM-III-R criteria for post-traumatic stress syndrome"
(Pasien tersebut mungkin memenuhi kriteria DSM-III-R untuk sindrom stres pascatrauma).
Tingkatan-tingkatan kecemasan
Menurut Stuart (2009), ada 4 tingkat kecemasan yaitu:
1. Kecemasan ringan
Berhubungan dengan kehidupan sehari
– hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada. Pada tingkat ini kecemasan
dapat memberikan motivasi, membantu pertumbuhan dan kreatifitas.
2. Kecemasan sedang
Memungkinkan penderitanya untuk
memfokuskan/memusatkan pada masalah yang penting dan mengesampingkan yang lain.
3. Kecemasan berat
Penderitanya cenderung untuk
memfokuskan/memusatkan pada sesuatu yang terinci dan spesifik, serta tidak
dapat berpikir tentang hal lain.
4. Panik (kecemasan sangat berat)
Berhubungan dengan ketakutan dan teror karena mengalami kehilangan kendali. Orang yang sedang panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. Kecemasan yang dialami akan memberikan berbagai respon yang dapat dimanifestasikan pada respon fisiologis, respon kognitif dan respon.
Faktor Kegelisahan
1. Keterasingkan
Dari dahulu kala manusia memang hidup berdampingan untuk bertahan hidup saling membantu dan melindungi satu sama lain. Keterasingan atau diasingkan berarti mati pada zaman dahulu, sifat ini terbawa dari ribuan tahun lamanya kemasa kini naluri manusia merespon itu sebagai ancaman dan membuat manusia itu gelisah.
2. Kesepian
Ada hubungannya dengan terasingkan tetapi kesepian bukan berarti diasingkan, kondisi ini sering terjadi pada orang yang tidak memiliki teman, sahabat, hobby dan ini bisa muncul saat kondisi sunyi.
3. Ketidak pastian
Tanpa hal yang jelas manusia akan merasakan gelisah membuat susah berkonsentrasi dan membuat pikiran kacau sebagai contoh seorang ibu yang menunggu anaknya yang pulang telat karen terjebak macet dan tidak dapat memberi kabar kepada ibunya.
Cara Mengatasi Kegelisahan
1. Berbicara dengan orang lain
Bicarakan masalah yang anda alami dengan keluarga, teman, atau orang yang anda percaya. Atau anda dapat berkonsultan dengan ahli nya.
2. Lakukan apa yang disukai
Lakukan hobi anda dapat membantu menghilangkan kegelisahan.
3. Coba hal baru
Cobalah hal baru jika anda gelisah.
4. Tidur cukup
Tidur cukup dapat membantu membuat pikiran menjadu rilek, jika pikiran rilek maka kegelisahan akan berkurang atau bahkan hilang.
5. Selalu berpikir positif
Berpikiran negatif dapat memperburuk perasaan gelisah, lebih baik selalu berpikiran positif agar dapat mengurangi, menghilangkan dan membantu mencegah kegelisahan.
Contoh Kasus Kegelisahan
Sepasang kekasih yang saling berjauhan
Rei dulunya tinggal di jakarta dan ia bertemu dengan wanita yang ia sukai, Rei pun berpacaran dengan nya akan tetapi wanita yang Rei suka harus pindah rumah keluar kota karena ikut orang tuanya yang pindah karena pekerjaan. Rei dan pacarnya pun mengalami rasa gelisah karena harus terpisah jauh.
Kegelisahan seorang anak kepada orangtuanya
Septi bekerja di luar kota dan hanya pulang kerumah 3 bulan sekali, Septi merasa gelisah karena khawatir dengan orang tuanya apa mereka sehat? dan septi kangen dengan rumah yang membuat rasa gelisahnya bertambah
DAFTAR PUSTAKA
Arnow, Bruce, Ph.D. , Taylor, C. Barr, M.D. 1988. The Nature and Treatment of Anxiety
Disorders Author
Dr. Mark Cross. 2020. Anxiety: Expert Advice from a Neurotic Shrink
Who's Lived with Anxiety All His Life. Australia.
.M Delvinasari D.
2015.Etheses. BAB II KAJIAN TEORI A. Kecemasan. Dalam (http://etheses.uin-malang.ac.id/1474/6/08410096_Bab_2.pdf)
Komentar
Posting Komentar